visi misi melati

Iklan

Kelas Orang Tua Januari 2018

Awal tahun 2018 kita awali dengan kegiatan kelas orang tua yang diikuti oleh orang tua / wali murid PAUD Melati. Berbeda dengan kelas orang tua sebelumnya, kali ini semua narasumbernya berasal dari pendidik dan pengelola PAUD. Alhamdulillah lebih dari separo anggota KPO Melati bisa menghadiri kegiatan ini.

Seperti biasa, sebelum kita mulai kelas orang tua selalu diawali dengan gerak lagu. Pada kesempatan ini orang tua kita ajak untuk menyanyikan lagu “Anak Sopan” lengkap dengan gerakannya. Alunan musiknya yang rancak berhasil membuat peserta menjadi tambah semangat.

26907540_897436200381498_6015408642145859235_n

Materi pertama diisi oleh bunda Sri Mulyaningsih yang memberikan sharing hasil pelatihan “Neurosains pada AUD”. Yaitu tentang hubungan antara tahap – tahap perkembangan anak sejak masih dalam kandungan dengan perkembangannya saat ini.

26993718_897435363714915_1439990167506116463_n

Materi kedua yaitu “Matematika Asyik untuk Anak Usia Dini” yang disampaikan oleh bunda Arita Murti. Dalam sesi ini disampaikan beberapa kegiatan dan permainan yang mengandung unsur matematika yang bisa dilakukan oleh orang tua dan anandanya di rumah.

 

26994366_897436753714776_5926262683086972662_n

Materi terakhir disampaikan oleh bunda Siti Suryanti yang membahas tentang Family Project atau proyek keluarga yang bisa dilakukan oleh orangtua dan anak dimana saja. Di akhir sesi bunda Yanti memberikan tugas Family Project kepada orangtua berupa membuat cerita liburan seru dengan ananda.

26993323_897435777048207_3069329833506918245_n

Semoga ilmu yang didapat di kelas orang tua ini menjadi pemantik semangat orangtua untuk senantiasa membersamai anandanya selama masa emas mereka. Karena masa emas anak berbatas waktu dan tidak akan pernah bisa terulang kembali.

Belajar Bersama Waskita

Minggu ke 5 Januari anak Melati masih belajar dengan tema Kendaraan dan sub tema Alat Berat. Kami memilih sub tema Alat Berat karena kebetulan di dekat PAUD ada proyek tol, sehingga anak – anak sudah biasa melihat alat berat di lokasi proyek. Agar anak ( dan guru ) bisa lebih mengenal tentang proyek tol dan alat – alat beratnya, maka dengan penuh perjuangan dan rayuan akhirnya kami berhasil mengundang karyawan Waskita untuk memberikan materi langsung kepada kami semua ( karyawan PT Waskita sebenarnya tidak ada yang berani untuk memberi materi kepada anak PAUD :p).

Kelas umum diadakan pada hari Kamis, 1 Pebruari 2018 jam 9 – 10 pagi di PAUD MELATI. Kelas ini dipandu langsung oleh kak Ruslan dari Waskita area Susukan. Pertama kak Ruslan memutarkan video tentang pengerjaan Tol sektor Salatiga – Boyolali. Dilanjutkan dengan pengenalan PT Waskita dan alat – alat berat yang digunakan selama pengerjaan proyek tol seperti exavator, grader, mixer, crane, dll. Selanjutnya kak Ruslan mengenalkan tentang seragam dan alat pengaman diri selama di lapangan, seperti rompi Waskita, helm keamanan dan sepatu boot super tebal dan lumayan berat. Anak – anak sangat antusias melihat dan mendengarkan materi tentang alat berat dan lebih heboh lagi ketika diberi kesempatan untuk mencoba sepatu dan helm proyek hehehe.

Terimakasih PT Waskita area Susukan yang telah memberi kesempatan kepada anak – anak Melati untuk belajar secara saintifik langsung dari ahlinya šŸ™‚

 

 

 

 

Belajar tertib lalu lintas

Pada bulan Januari ini, tema yang diusung adalah tema Kendaraan dan minggu ini sub temanya adalah tertib lalu lintas. Kita memang sengaja memasukan sub tema tertib lalu lintas ini dalam pembelajaran karena kita memandang pentingnya mengenalkan safety riding dan makna dari rambu – rambu lalulintas sedini mungkin. Tentu saja dengan harapan kelak anak – anak Melati ini akan menjadi anak yang tertib dalam berkendara.

Dalam pembelajaran kali ini kita mengundang bapak polisi dari Polsek Susukan, Bripka HHendro Riyadi untuk menjelaskan secara langsung tentang tertib lalu lintas kepada anak – anak Melati. Dengan suaranya yang keras dan kesabarannya dalam menghadapi anak – anak, alhamdulillah anak – anak sangat semangat dalam belajar.

Pertama – tama pak polisi mengenalkan tentang makna traffic light, kemudian pak polisi menerangkan tentang perlengkapan seseorang sebelum berkendara, beberapa rambu lalu lintas, gambar – gambar yang menerangkan beberapa hal yang boleh/tidak boleh dilakukan di jalan raya, 12 gerak dasar mengatur lalu lintas dan tak lupa pak polisi menunjukan beberapa alat kepolisian seperti pentungan dan borgol. Belajar bersama pak polisi diakhiri dengan menyanyikan lagu “bapak polisi” bersama – sama

“Lihat bapak polisiĀ  alagkah gagahnya

setop kanan dan kiri mobil dan sepeda

aku harus mengertiĀ  aturan polisi

jalan berhati – hatiĀ  disebelah kiri

 

 

 

Memberi makan rusa

Hari Kamis, 19 Januari 2017, anak – anak Melati berjalan – jalan keĀ Kampung Penjawi MandiriĀ suatu tempat wisata yang baru dibuka di Dusun Deresan, Desa Susukan, Kec. Susukan. Hari ini anak – anak Melati berkumpul di rumah Bunda Yanti yang sangat dekat dengan lokasi wisata. Karena jaraknya yang dekat, seluruh anak berjalan kaki dari rumah bunda Yanti menuju lokasi wisata.

16114998_648478048610649_2316650520432183343_n

Sesampainya diĀ Kampung Penjawi MandiriĀ anak – anak langsung berhamburan mendekati kandang rusa yang terletak di dekat areal parkir. Anak – anak sangat antusias untuk bisa melihat bentuk rusa dari dekat. Walaupun sudah sangat ingin memberi makan rusa namun mereka masih harus bersabar sejenak, karena lapak yang menjual sayuran untuk makan rusa belum buka. Akhirnya kita semua berkumpul di panggung di belakang kandang rusa untuk berdoa bersama dan berdiskusi tentang hewan rusa.

16174633_648480541943733_755138488603167164_n

Selesai berdoa bunda Sri membagikan beberapa tangkai kangkung ke setiap anak untuk di berikan ke rusa di kandang. Beberapa anak awalnya enggan untuk mendekat karena takut dengan rusa. Namun setelah melihat keseruan teman – temannya yang berebut memberi makan rusa, akhirnya mereka berani mendekat dan memberi makan rusa.

Selain melihat rusa, beberapa anak menggoda seekor monyet yang juga ada di lokasi. Anak – anak berteriak kegirangan ketika monyetnya marah dan melompat turun. Untung saja monyetnya di rantai, jadi tak mungkin mengejar anak – anak. Sedangkan beberapa anak lainnya mengikuti bunda – bunda Melati untuk berkeliling menyusuri lokasi wisata yang masih asri ini.

Selesai memberi makan rusa dan menggoda monyet, anak – anak berkumpul kembali ke tengah panggung untuk makan bersama. Lingkungan yang masih penuh pepohonan dan udara yang sejuk membuat anak – anak betah untuk berlama – lama diĀ Kampung Penjawi Mandiri .Ā Sayangnya mendung yang semakin menebal membuat orang tua khawatir kalau akan turun hujan. Akhirnya sesi makan bersama agak dipercepat dan anak – anak bisa pulang sebelum hujan turun.

16105600_648489091942878_8585484509675904764_n
bunda – bunda Melati narsis dulu sebelum pulang šŸ™‚

Nelpon yuk

Hari ini anak – anak Melati diajak untuk melakukan percobaan sains. Setelah berdoa bersama, anak – anak tetap duduk tenang dan bersiap mendengar kan cerita dari bunda Sri. Kali ini bunda Sri membacakan cerita sains berjudul ” Kecerdikan Koci dan Koli; Eksperimen Telinga untuk Mendengar”. Anak – anak Melati sangat antusias mendengarkan cerita dari bunda Sri. Hampir tak ada anak yang beranjak dari tempat duduknya sampai bunda Sri menyelesaikan ceritanya.

16114680_653394478119006_4958104810175591655_n

Kegiatan berikutnya adalah anak dipersilahkan menggunting gambar yang telah disediakan guru untuk kemudian di tempel di gelas plastiknya. Setelah itu para bunda Melati membantu untuk memasangkan benang kasur di gelas plastik masing – anak. Taraaaa…”pesawat telponnya” sudah jadi :D. Anak – anak pun sangat antusias untuk segera mencoba menelepon temannya dengan menggunakan “pesawat teleponnya” sendiri. tak berapa lama terdengar kehebohan anak – anak yang berhasil membuktikan bahwa suara bisa berpindah melalui benang. Mereka pun asyik berpindah – pindah tempat untuk mencoba telepon dengan temannya šŸ™‚

16142755_653395118118942_9078859761864320054_n

selang beberapa waktu, beberapa anak mulai menunjukan kreativitasnya dengan menggunakan “pesawat telepon” nya. Ada 1 pasang anak yang mengalungkan tali telepon di belkang leher temannya dan bermain peran sebagai kuda dan sais nya. Ada lagi yang memasukan kaki mungilnya ke dalam gelas plastik seolah – olah gelas plastik itu adalah sepatu. Selain itu ada pula yang menghisap gelas plastik kuat – kuat sampai gelas plastiknya mengempis kemudian meniupnya pelan – pelan sampai gelas plastiknya mengembang kembali. “woww..gelas nya kalau ku hirup bisa menempel di mulutku” ujar anak tersebut penuh kebanggaan karena berhasil melakukan percobaan lain dengan gelas plastiknya.

Terus semangat belajar ya nak, lain kali kita akan melakukan percobaan lagi šŸ™‚